KUOK, RIAUBERTUAH.ID - 15 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Silam, Desa Silam, Kecamatan Kuok terpaksa mengungsi akibat kediaman mereka terendam banjir setinggi lebih kurang 1 meter sejak Kamis (15/11) subuh.
Mereka mengungsi ke rumah sanak famili yang tak terkena banjir.
Kepala Desa Silam, Aklis, kepada wartawan mengatakan, 15 KK itu terdiri dari lebih kurang 50an orang. Mereka harus meninggalkan rumah untuk sementara waktu sampai air kembali surut.
Menurut Aklis, banjir yang melanda desanya akibat meluapnya Sungai Akar. Curah hujan yang tinggi selama sebulan ini ditambah kondisi sungai yang mengalami pendangkalan menjadi penyebab.
Hewan ternak seperti sapi, kerbau, ayam dan kolam ikan warga juga ikut terendam banjir.
Akibat kolam ikan yang tersapu banjir, warga mengaku merugi hingga puluhan juta rupiah.
"Dalam 2 bulan ini sudah 2 kali desa kami kebanjiran," ujar Aklis.
Dikatakan Aklis, dirinya sudah membuat laporan kepada Camat Kuok dan BPBD Kampar terkait banjir yang terjadi.
"Tapi hingga kini belum ada respon dari pihak-pihak terkait," beber Aklis.
Korban banjir Desa Silam hanya bisa pasrah sembari menunggu air kembali surut. Mereka berharap hujan tidak lagi melanda hingga mereka bisa kembali ke rumah-rumah mereka. Namun mereka tetap berharap perhatian pemerintah.
"Kalau bantuan sampai kini belum ada. Banjir sebulan lalu pun kami tak dapat bantuan apapun," kata Tora tomi, warga setempat. (Js)


